Pencak Silat Nahdlatul Ulama' Pagar Nusa, Berkhidmad untuk Ulama' dan Bangsa
News Update :
Home » , » Pagar Nusa Ponorogo Gelar Pencak Dor

Pagar Nusa Ponorogo Gelar Pencak Dor

Penulis : Black Cobra 313 on Kamis, 30 Oktober 2014 | 00.43

Pagarnusa.info, Ponorogo - Dalam rangka memperingati tahun baru 1436 H ini, Pagar Nusa Ponorogo menggelar kegiatan rutinan yaitu Khotaman Gasmi dan Pencak Dor atau sabung bebas. Braak!....suara tubuh terbanting di panggung beralasa kayu terdengar nyaring. Di atas panggung dengan cekatan wasit memisahkan kedua pesilat yang masih akan meneruskan pertarungan dengan teknik kuncian ground fight. Kedua pesilat yang berlaga kemudian berangkulan dan berjabat tangan. Sorak sorai penonton terdengar nyaring memberikan aplaus kepada penampilan kedua pesilat.

Minggu 26/10/2014 Ponpes Al Bukhori Desa Tulung Kecamatan Sampung Ponorogo kembali menggelar tradisi sabung bebas. Sabung bebas adalah nama lain dari tradisi pencak dor, sebuah tradisi pertandingan pencak silat terbuka yang banyak di gelar di kawasan Jawa Timur. Jika istilah pencak dor lazim di kenal di daerah eks karesidenan Kediri Blitar, dan Nganjuk, maka warga Ponorogo Jawa Timur memberikan istilah sabung bebas untuk jenis pertandingan ini.

Ada beberapa perbedaan antara pertandingan silat olahraga yang lazim kita ketahui. Beberapa perbedaan yang ada antara lain :

1. Arena. Arena pertandingan silat olahraga berbentuk lingkaran dengan matras maka sabung bebas lazim di adakan di panggung terbuka beralas kayu dan berpagar bambu untuk mencegah pesilat terlempar dan terjatuh dari panggung

2. Aturan pertandingan. Dalam pertandingan pencak dor pesilat tidak dikelompokan berdasar berat badan atau usia seperti lazimnya pertandingan silat resmi. Meski demikian, ada semacam kode etik yang sama sama disadari bahwa pesilat akan mencari lawan yang pompog (setara) baik postur maupun usianya.

3. Teknik. Sesuai namanya,sabung bebas memiliki aturan yang lebih bebas dari pertandingan resmi seperti contohnya boleh menyerang kepala, muka dan bagian tubuh yang lain. “Yang tidak boleh secara umum menyerang kemaluan dan kepala bagioan belakang”,selain dua aturan itu mau tendang,pukul,banting silahkan” ucap Mas Ardi salah satu pesilat

Salah satu tempat yang rutin menggelar sabung bebas adalah Ponpes Al Bukhori Dusun Mangunan Desa Tulung Kecamatan Sampung. Maklum,Kyai Ponpes Al Bukhori (Mbah Mukrim) juga adalah seorang pesilat dari perguruan GASMI (Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia) dan murid langsung dari beliau Alm Gus Maksum pendiri GASMI yang dikenal sebagai pelestari sabung bebas dan juga tokoh Pagar Nusa.

”Sabung bebas di Ponpes ini sudah sejak 1971 sampai sekarang,rutin di adakan tiap tahun,tujuan sabung bebas itu pertama tholabul ilmi (saling mengasah dan mencari ilmu) kedua mempererat silaturahmi . silat itu kan seperti orang sekolah,beda beda sekolahnya tapi satu tujuanya” ucap salah satu santri senior saat menunggu persiapan sabung bebas di mulai, untuk semboyan dalam pencak dor ini adalah "Diatas Lawan, Dibawah lawan"
(Hamka Arifin/Ardi Baskoro)
Share this article :

Posting Komentar

 
Design Template by Syuro Bledek | Support by Aswaja | Powered by NU