Pencak Silat Nahdlatul Ulama' Pagar Nusa, Berkhidmad untuk Ulama' dan Bangsa
News Update :
Home » » Kaidah Pencak Silat

Kaidah Pencak Silat

Penulis : Black Cobra 313 on Rabu, 07 Mei 2014 | 08.29

Pencak silat tidak akan ada artinya tanpa pemahaman akan kaedah yangmerupaka bagian tak terpisahkan dalam sebuah aliran/perguruan. Kaedah adalah nyawa daripencak silat, tanpa penguasaan kaedah aplikasi pencak silat bagaikan robot yang terprogram.Ada banyak kaedah dalam pencak silat, masing-masing aliran mempunyai kaedah tersendiridengan penyebutan yang khas, walaupun dari segi isi nya kadang ada kesamaan antara satualiran/perguruan dengan lainnya. Beberapa kaedah dapat disebutkan di sini antara lain :
1.    Maenpo Cikalong Pasar Baru, Cianjur dari garis keilmuan RH. O. Soleh (Gan Uweh)mempunyai kaedah madi, sabandar, kari. Kaedah “madi” berarti pemahaman akankemampuan mengukur, mengontrol, dan membendung tenaga lawan. Diperlukanpemahaman dan latihan yang mendalam untuk menguasai kaedah ini. Kaedah “sabandar” berarti pemahaman akan kemampuan merubah keadaan dan/atau posisi kitaterhadap lawan untuk mendapatkan keuntungan. Sedangkan “kari” berarti finishing  atauserangan terhadap lawan. Ketiga kaedah tersebut harus dimengerti dan dipahami agardapat diaplikasikan dalam tiap kondisi pertarungan.
2.    Amengan Gerak Gulung Budidaya mengenal antara lain kaedah “ leuleus ”dan leungeun asal. Leuleus dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai “lemas”, tapi bukanberarti lemas tanpa daya tanpa tenaga. Lemas disini lebih kepada pengertian gerakanyang dilakukan mengalir sedemikian rupa, tidak tegang, alami dan penggunaan tenagayang terukur. Leungeun asal diambil dari kaidah alami manusia, dilatih dengan caraberjalan alami dengan melenggangkan tangan. Tujuan dari latihan ini adalah gerakanyang tercipta diharapkan mengalir secara alami dan dapat mengantisipasi berbagaiserangan lawan.
3.    Dalam banyak aliran pencak silat Sunda ada kaedah serong dilawan lurus, lurus dilawanserong. Artinya apabila lawan menyerang lurus maka diantisipsi dengan posis serong/menyamping, begitu pula sebalik nya. Ada pula kaedah membuyarkankonsentrasi lawan dengan membuatnya “kaget”, “sakit”, dan “geli”, masih banyak lagikaedah yang tersimpan dalam khasanah pencak silat tradisinal.
4.    Kelatnas PERISAI DIRI mengenal kaedah tek-sek,yaitu suatu kaedah serangan seketikayang mematikan
5.    Dalam beberapa aliran pemcak silat dikenal kaedah pengaturan tenaga yaitu tenagasatu, setengah, dan kosong. Secara sederhana, tenaga satu bisa diartikan sebagaitenaga penuh (full power ), tenaga setengah adalah sebagian dari tenaga penuh,sedangkan kosong berarti tenaga yang hampir tidak bisa dirasakan oleh lawan sertamengosongkan tenaga dan kehendak lawan (pada tataran tertentu : mengosongkanhawa nafsu). Kaedah pengaturan tenaga ini sangat penting dimengerti dan dikuasai,sebab pencak silat mengenal prinsip size doesn’t matter artinya seorang yang badannyakecil bisa mengalahkan lawan yang fisik nya lebih besar dan tenaga nya lebih kuat.Kemampuan mengatur dan memanipulasi tenaga ini sangat penting dalam aplikasipencak silat.
6.    Dan lain-lain kaedah yang masih sangat banyak, yang membutuhkan satu bab tersendiriuntuk membahasnya SIKAP/PERILAKU, FILOSOFI DAN KETUHANAN Pencak silat yang lahir dari kultur budaya lokal, penuh dengan muatan filosofi, tata budaya danketuhanan. Hal ini disebabkan pada umum nya pencak silat “diciptakan” oleh para tokoh yangarif, bijaksana dan menekuni dunia spriitual.Syech Kumango, pencipta aliransilek kumango dari Minang adalah seorang syech pemimpin Thareqat Naqsabandiyah, Raden H Ibrahim Jayaperbata pencipta Maenpo Cikalong
adalahbangsawan Cianjur yang memilih jalan spiritual hingga dari hasil tirakat nya terciptalah Maenpo Cikalong yang kita kenal sekarangBahkan Nini Datu suri Dirajo yang telah disebutkan di atas dalam Tambo Alam Minangkabauadalah seorang yang bijak bestari, filsuf, ahli dalam kesenian, dan sakti. Karena itulah dalam silek Minang yang kita kenal sekarang, tiap gerakan nya tampak begitu indah dan mengandungmuatan filosofi yang sangat dalam.Para tokoh pencak silat generasi berikut nya juga berasal dari kalangan “bukan orangkebanyakan. Sebut saja Eyang Suro pendiri Perguruan Setia Hati, Pak Dirdjo pendir Perisai Diri,Mpu R Samiadji Niti Yudha Negara pendiri Krida Yudha Sinalika, dan lain-lainya.Seseorang yang belajar dan berlatih pencak silat dengan niat yang tulus, sungguh-sungguh danmenghayati setiap hal yang diberikan gurunya tentu akan mengamalkan sikap dan perilakuyang sesuai dengan nilai-nilai filsofi dan ketuhanan. Yang paling sederhana adalah menerapkanfilosofi SILAT UNTUK SILATURAHIM. Pepatah Minang mengajarkan : “lahir silat mencari kawan,batin silat mencari Tuhan” dan “alam takambang menjadi guru”.
Share this article :

Posting Komentar

 
Design Template by Syuro Bledek | Support by Aswaja | Powered by NU