Pencak silat
tidak akan ada artinya tanpa pemahaman akan kaedah yangmerupaka bagian tak
terpisahkan dalam sebuah aliran/perguruan. Kaedah adalah nyawa daripencak
silat, tanpa penguasaan kaedah aplikasi pencak silat bagaikan robot yang terprogram.Ada
banyak kaedah dalam pencak silat, masing-masing aliran mempunyai kaedah
tersendiridengan penyebutan yang khas, walaupun dari segi isi nya kadang ada
kesamaan antara satualiran/perguruan dengan lainnya. Beberapa kaedah dapat
disebutkan di sini antara lain :
1. Maenpo
Cikalong Pasar Baru, Cianjur dari garis keilmuan RH. O. Soleh (Gan
Uweh)mempunyai kaedah madi, sabandar, kari. Kaedah “madi” berarti pemahaman
akankemampuan mengukur, mengontrol, dan membendung tenaga lawan.
Diperlukanpemahaman dan latihan yang mendalam untuk menguasai kaedah ini.
Kaedah “sabandar” berarti pemahaman akan kemampuan merubah keadaan dan/atau
posisi kitaterhadap lawan untuk mendapatkan keuntungan. Sedangkan “kari”
berarti finishing atauserangan terhadap lawan. Ketiga kaedah tersebut
harus dimengerti dan dipahami agardapat diaplikasikan dalam tiap kondisi
pertarungan.
2. Amengan
Gerak Gulung Budidaya mengenal antara lain kaedah “ leuleus ”dan leungeun asal.
Leuleus dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai “lemas”, tapi
bukanberarti lemas tanpa daya tanpa tenaga. Lemas disini lebih kepada
pengertian gerakanyang dilakukan mengalir sedemikian rupa, tidak tegang, alami
dan penggunaan tenagayang terukur. Leungeun asal diambil dari kaidah alami
manusia, dilatih dengan caraberjalan alami dengan melenggangkan tangan. Tujuan
dari latihan ini adalah gerakanyang tercipta diharapkan mengalir secara alami
dan dapat mengantisipasi berbagaiserangan lawan.
3. Dalam banyak
aliran pencak silat Sunda ada kaedah serong dilawan lurus, lurus dilawanserong.
Artinya apabila lawan menyerang lurus maka diantisipsi dengan posis
serong/menyamping, begitu pula sebalik nya. Ada pula kaedah
membuyarkankonsentrasi lawan dengan membuatnya “kaget”, “sakit”, dan “geli”,
masih banyak lagikaedah yang tersimpan dalam khasanah pencak silat tradisinal.
4. Kelatnas
PERISAI DIRI mengenal kaedah tek-sek,yaitu suatu kaedah serangan seketikayang
mematikan
5. Dalam
beberapa aliran pemcak silat dikenal kaedah pengaturan tenaga yaitu tenagasatu,
setengah, dan kosong. Secara sederhana, tenaga satu bisa diartikan
sebagaitenaga penuh (full power ), tenaga setengah adalah sebagian dari tenaga
penuh,sedangkan kosong berarti tenaga yang hampir tidak bisa dirasakan oleh
lawan sertamengosongkan tenaga dan kehendak lawan (pada tataran tertentu :
mengosongkanhawa nafsu). Kaedah pengaturan tenaga ini sangat penting dimengerti
dan dikuasai,sebab pencak silat mengenal prinsip size doesn’t matter artinya
seorang yang badannyakecil bisa mengalahkan lawan yang fisik nya lebih besar
dan tenaga nya lebih kuat.Kemampuan mengatur dan memanipulasi tenaga ini sangat
penting dalam aplikasipencak silat.
6. Dan
lain-lain kaedah yang masih sangat banyak, yang membutuhkan satu bab
tersendiriuntuk membahasnya SIKAP/PERILAKU, FILOSOFI DAN KETUHANAN Pencak silat
yang lahir dari kultur budaya lokal, penuh dengan muatan filosofi, tata budaya
danketuhanan. Hal ini disebabkan pada umum nya pencak silat “diciptakan” oleh
para tokoh yangarif, bijaksana dan menekuni dunia spriitual.Syech Kumango,
pencipta aliransilek kumango dari Minang adalah seorang syech pemimpin Thareqat
Naqsabandiyah, Raden H Ibrahim Jayaperbata pencipta Maenpo Cikalong
adalahbangsawan
Cianjur yang memilih jalan spiritual hingga dari hasil tirakat nya terciptalah
Maenpo Cikalong yang kita kenal sekarangBahkan Nini Datu suri Dirajo yang telah
disebutkan di atas dalam Tambo Alam Minangkabauadalah seorang yang bijak
bestari, filsuf, ahli dalam kesenian, dan sakti. Karena itulah dalam silek
Minang yang kita kenal sekarang, tiap gerakan nya tampak begitu indah dan
mengandungmuatan filosofi yang sangat dalam.Para tokoh pencak silat generasi
berikut nya juga berasal dari kalangan “bukan orangkebanyakan. Sebut saja Eyang
Suro pendiri Perguruan Setia Hati, Pak Dirdjo pendir Perisai Diri,Mpu R
Samiadji Niti Yudha Negara pendiri Krida Yudha Sinalika, dan
lain-lainya.Seseorang yang belajar dan berlatih pencak silat dengan niat yang
tulus, sungguh-sungguh danmenghayati setiap hal yang diberikan gurunya tentu
akan mengamalkan sikap dan perilakuyang sesuai dengan nilai-nilai filsofi dan
ketuhanan. Yang paling sederhana adalah menerapkanfilosofi SILAT UNTUK
SILATURAHIM. Pepatah Minang mengajarkan : “lahir silat mencari kawan,batin
silat mencari Tuhan” dan “alam takambang menjadi guru”.
home
Beranda
Posting Komentar